Selasa, 30 Desember 2014

Kritik



Kritik Tentang Sistem UKT di Untirta yang Tidak Adil
            UKT adalah singkatan dari Uang Kuliah Tunggal dan merupakan sistem baru tarif biaya kuliah yang dimulai pada tahun 2013. Ukt adalah kebijakan yang dikonstruksikan oleh dirjen DIKTI untuk diberlakukan di seluruh universitas negeri di Indonesia. Dalam sistem UKT ini, mahasiswa baru tidak akan diminta untuk membayar uang pangkal (SPL), praktikum, atau biaya tambahan lainnya yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. “pengaruh BOPTN terhadap biaya pendidikan tinggi yang ditanggung mahasiswa, seperti uang gedung, spp, praktikum, uang SKS, uang wisuda, dan total dibayar mahasiswa dikumpulkan jadi satu menjadi UKT,’ ungkapnya Mendikbud Mohammad Nuh, saat konferensi pers peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan tetag Uang Kuliah Tunggal, di ruangan graha 1, Gedung A lantai 2 Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2013).
            Pada prinsipnya UKT adalah total biaya operasional yang dibutuhkan menjalankan operasional Perguruan Tinggi Negeri yang dibutuhkan menjalankan operasional perguruan tinggi dikurangi Biaya operasional Perguruan Tinggi Negeri yang didapat dari pemerintah. UKT tidak dibebankan sama kepada seluruh mahasiswa,orangtua mahasiswa atau pihak yang bertanggung jawab membiayai mahasiswa.
            Kategori UKT yang ditetapkan oleh Untirta berdasarkan edaran DIKTi yaitu 5 kategori, meski di beberapa perguruan tinggi lain ada juga yang menerapkan hingga 7 kategori. Adapun rincian kategorinya sebagai berikut :
Kategori
Penghasilan orangtua
Besaran UKT
I
Rp. 0,00 – Rp. 500.000,00
Rp. 400.000,00
II
Rp. 500.000,00 – Rp. 1.000.000,00
Rp. 800.000,00
III
Rp. Rp. 1.000.000,00 – Rp. 2. 500.000,00
Rp. 2.500.000,00
IV
Rp. 2. 500.000,00 – Rp. 5.000.000,00
Rp. 3.500.000,00
V
Diatas Rp. 5.000.000,00
Rp. 4.500.000,00
            Selain adanya bantuan pemerintah melalui BOPTN yang nantinya akan berpengaruh pada besaran UKT, pemerintah juga mengupayakan bantuan melalui beasiswa seperti beasiswa olimpiade, PPA dan BBM, bidikmisi , olahraga, industri, dan beasiswa masyarakat dalam dan luar negeri.
            Namun ada beberapa hal yang kurang relevan dengan kondisi ideal penerapan sistem UKT. Saya sebagai mahasiswa angkatan 2013 pendidikan matematika Untirta merasa keberatan dengan sistem UKT ini. Walaupun sebenarnya lebih menguntungkan karena tidak ada uang pangkal, tetapi yang saya rasakan malah adanya ketidakadilan dalam sistem UKT ini.
            Saya diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untirta pada tahun 2013 lewat jalur UMBPTN. Saya memilih pendidikan matematika Untirta di pilihan pertama dan alhamdulillah lolos. Kemudian saya datang pada hari pertama daftar ulang untuk menyerahkan berkas-berkas daftar ulang. Didalam berkas-berkas itu terdapat semua identitas saya beserta slip gaji orangtua, slip rekening listrik, keterangan lebar tanah dan lebar rumah di PBB, ada juga keterangan sumber dana, jumlah anak, dan jumlah orang yang ditanggung oleh sumber dana. Setelah menyerahkan berkas-berkas tersebut kemudian pihak rektorat mengatakan secara langsung bahwa saya termasuk kedalam UKT golongan V, sambil mengambil berkas-berkas saya. Saya terheran-heran, kenapa pemutusan golongan UKT bisa secara langsung seperti itu? Lalu digunakan untuk apa berkas-berkas yang telah saya berikan tersebut? Apa tidak dipertimbangkan dahulu?
            Ayah saya bekerja sebagai buruh disalah satu pabrik di Tangerang yang memang memiliki gaji diatas 5 juta rupiah. Tetapi, saya disini mempunyai 2 adik yang juga sekolah. Berarti tanggungan ayah saya yaitu 4 orang termasuk ibu saya. Lalu ada teman dekat saya yang kuliah di fakultas lain di Untirta yang pekerjaan ayahya tidak jauh berbeda seperti ayah saya dan memiliki gaji juga diatas 5 juta rupiah dan dia juga termasuk kedalam UKT golongan 5, tetapi dia adalah anak satu-satunya dikeluarganya. Tanggungan ayahnya hanya 2 orang termasuk ibunya. Disini terlihat bahwa tidak adanya keadilan dan perbedaan biaya kuliah sedangkan antara tanggungan yang sedikit anak dan yang banyak anak. Hal ini menunjukkan bahwa sistem UKT di Untirta tidak menjawab persoalan biaya kuliah terjangkau.
            Belum lagi persoalan-persoalan lain yang menyimpang pada sistem UKT ini dimana saya banyak mendengar mahasiswa yang memanipulasi slip gaji orangtua karena memang slip gaji nya memungkinkan untuk diubah-ubah sesuai keinginan dan juga untuk para mahasiswa yang orangtuanya adalah wiraswasta yang berarti mereka membuat sendiri pernyataan pendapatan penghasilan perbulan yang kemudian tinggal meminta tandatangan dari kecamatan. Mudah sekali bagi pihak-pihak ini untuk menuliskan berapa besarnya penghasilan mereka secara suka-suka dan yang pastinya akan ditulis sekecil mungkin. Lalu, apakah ini bentuk pemerataan? dengan adanya keputusan golongan UKT tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu  seperti ini malahan seperti membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang memanipulasi data. Toh juga tidak akan diperiksa secara aslinya bukan?
            Apakah bagian keuangan tau jika misalnya ada mahasiswa yang memanipulasi data penghasilan orangtuanya dan dia mendapatkan golongan UKT rendah tetapi padahal dia termasuk orang yang kemampuan ekonominya diatas rata-rata? Apakah bagian keuangan tau apabila ada mahasiswa mereka yang mendapatkan golongan yang terbilang rendah namun padahal sebenarnya dia tidak mampu karena tanggungan keluarganya banyak?
            Ya. Saya tahu bahwa mahasiswa bisa meminta penurunan UKT, dan kemungkinan besar akan diturunkan golongan UKT nya sesuai dengan kenyataan kemampuan ekonominya dan melalui berbagai/ serangkaian penyidikan. Tapi, bagaimana dengan mereka yang  sudah terlanjur mendapatkan golongan UKT rendah dan padahal sebenarnya tergolong mampu? Hal inilah yang saya sangat sayangkan terhadap sistem UKT di Untirta.
                Saya disini hanya  ingin menagih keadilan! Saya berharap pihak Untirta lebih selektif lagi dan meenentukan golongan UKT dengan pertimbangan. Dan kita sebagai mahasiswa jangan tinggal diam melihat adanya ketidakadilan disekitar kita. Kritis! Dan tuntutlah keadilan yang seadil-adilnya! Hidup mahaisiswa!

Minggu, 14 Desember 2014

Implikasi Filsafat Realisme dalam Bidang Pendidikan Menurut Power

Menurut Power (1982), implikasi filsafat pendidikan realisme adalah sebagai berikut:

  • Tujuan: penyesuaian hidup dan tanggung jawab sosial;
  • Kurikulum: komprehensif mencakup semua pengetahuan yang berguna berisi pentahuan umum dan pengetahuan praktis; 
  • Metode: Belajar tergantung pada pengalaman baik langsung atau tidak langsung. Metodenya harus logis dan psikologis. Metode pontiditioning (Stimulua-Respon) adalah metode pokok yang digunakan;
  • Peran peserta didik adalah menguasai pengetahuan yang handal dapat dipercaya. Dalam hal disiplin,  peraturan yang baik adalah esensial dalam belajar. Disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik; 
  • Peranan pendidik adalah menguasai pengetahuan, terampil dalam teknik mengajar dan dengan keras menuntut prestasi peserta didik.

http://teachingofhistory.blogspot.com/2012/06/filsafat-realisme-dalam-pendidikan.html

Mengapa Stir di Indonesia Berada di Sebelah Kanan?

Mengapa kita (orang Indonesia) berkendara di lajur kiri jalan? Sebelum di jawab, perlu anda ketahui bahwa di dunia terdapat dua aturan/standar dalam berkendara yaitu left-driving countries dan right-driving countries. Perhatikan, jangan sampai kebolak-balik ! Left-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kiri jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir/kemudi pada mobil ada disebelah kanan.Contoh paling gampang adalah yang berlaku di Indonesia. Negara lainnya yang menganut sistem yang sama adalah UK, Jepang, Australia, India, Singapura,Malaysia dll.
Sebaliknya, right-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kanan jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir/kemudi pada mobil ada disebelah kiri.Contoh : USA, mayoritas negara Eropa (kecuali UK), Cina,dll.
Ada 2 faktor yang kemungkinan berpengaruh besar terhadap gaya berkendara orang Indonesia, yaitu :
1. Mayoritas mobil yang ada di pasaran Indonesia adalah buatan Jepang yang notabene left-driving country…Mobil Eropa kurang laku gan di Indonesia..
2. Posisi Indonesia “terjepit” oleh negara-negara commonwealth (persemakmuran) seperti Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia yang jelas-jelas berkiblat pada UK yang menganut left-driving countries. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap kebiasaan masyarakat dan politik dagang negara kita.
Foto: joeydevilla.com
Ternyata, sebenarnya inilah fakta sejarahnya :
Yang pertama, roda lahir di Eropa. Automotif juga lahir di Eropa, dan tentu saja Amerika. Jadi merekalah penentu peraturan pengguna jalan ini pada awalnya. Tapi bukan berarti hanya maunya DLLAJR tiap negara harus jalan begini dan begitu. Rupanya masalah politik juga menentukan. Ini terjadi zaman Perang Napoleon-Inggris. Memang benar sebelum tahun 1794, di Perancis orang berkendara sudah disebelah kanan. Maka ketika Napoleon berkuasa, termasuk daerah jajahannya diperintahkannya berkendara disebelah kanan jalan. Daerah jajahannya di Swiss, Jerman, Italy, Polandia dan Spanyol, ikut disebelah kanan.
Sebaliknya negara musuh Perancis membuat peraturan berkendara disebelah kiri jalan. Mereka adalah Inggris, Hongaria, Rusia dan Portugal. Negara jajahan keduanya di Asia dan Afrika juga mengikuti koloni mereka. India dan Indonesia ketika dijajah Inggris berkendara disebelah kiri jalan. Belanda dijajah Napoleon, makanya berkendara disebelah kanan. Setelah berkuasa lagi di Hindia Belanda, Belanda tidak merubah aturan Inggris tersebut sehingga sampai sekarang Indonesia berkendara disebelah kiri jalan. Inggris tetap berkendara disebelah kiri jalan, termasuk Australia. Amerika Serikat menetapkan peraturannya sendiri. Sejak awal, mereka berkendara disebelah kanan jalan. Seperti disebut diatas peraturan jalan dikanan jalan sudah mantap disejumlah negara Eropah. Ketika Jerman melakukan Aneksasai Austria pada awal tahun 1938, dirubahnya peraturan menjadi jalan kiri.
Ini juga terjadi di Cekoslovakia. Rupanya Hitler Jerman tidak mau ketinggalan. Ketika menaklukan Austria tanggal 12 Maret 1938, segera diperintahkannya pemakai jalan merubah berkendara dari kiri kekanan lagi dalam satu malam. Bisa dibayangkan terjadilah kekacauan karena rupanya trem juga terkena peraturan tersebut. Pada tahun 1939, Ceko dan Honggaria juga harus mengikuti aturan ini. Selain faktor politik, faktor ekonomi juga diperhatikan. Misalnya Swedia pada tahun 1967 merubah aturan jalan rayanya berjalan kesebelah kanan, karena rupanya tidak mau pusing-pusing dan lebih ekonomis, disebabkan Mobil Volvo dan Saab yang laku keras dinegara yang berkendara disebelah kanan. (milis mediacare). Ternyata perbedaan posisi ketika menyetir mobil di beberapa negara memiliki kisah unik yang melatarbelakanginya .
Negara-negara dengan sistem lalu lintas di sisi kiri yang berarti mengemudi dengan setir kanan ternyata asal usulnya berasal dari Inggris. Mengapa demikian? Inti jawabannya sebenarnya karena kebanyakan orang ternyata adalah right-handed (dominan menggunakan tangan kanan dalam aktivitasnya) begitupun dengan ahli pedang dan ksatria di Inggris. Hal ini membuat mereka lebih suka berjalan di sisi kiri agar tangan kanan mereka lebih dekat pada lawan dan pedang di sarungnya jauh dari jangkauan musuh. Umumnya negara-negara koloni Inggris akan mengikuti sistem lalu lintas sisi kiri karena kebiasaan yang dibawa oleh orang Inggris.
Hal di atas ternyata berbeda dengan di Prancis dan Amerika Serikat yang memiliki sistem lalu lintas sisi kanan yang berarti jika kita menyetir di kedua negara tersebut maka kita akan menggunakan setir kiri. Sejarahnya dimulai pada akhir sekitar 1700-an, saat buruh angkut di kedua negara tersebut mengangkut hasil peternakan dalam gerbong besar yang ditarik kuda. Ternyata gerbong tersebut tidak mempunyai tempat duduk untuk pengemudinya sehingga kusir terpaksa duduk di sisi sebelah kiri dari punggung kuda agar dapat menggunakan tangan kanannya untuk memecut kudanya. Duduk di punggung kuda sebelah kiri, secara alamiah kusir dapat melihat tiap gerbong yang berpapasan dari arah berlawanan di sebelah kiri dan memastikan kondisi jalan yang dilalui oleh gerbong. Karena hal tersebut, kusir tetap melaju di sisi kanan jalan.
Nah, bagaimana dengan Indonesia? ternyata pengalaman dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad memberikan pengaruh yang besar. Meskipun sistem lalu lintas di Belanda sempat berubah dari sisi kiri, mengikuti sistem di Inggris, menjadi sisi kanan karena sempat dijajah oleh Napoleon, hal itu tidak mengubah kebiasaan awal mereka ketika telah tiba di Indonesia. Inilah sebabnya sampai saat ini ketika menyetir mobil, kita selalu menggunakan setir kanan.
http://www.priatama.net/2013/12/mengapa-setir-mobil-di-indonesia-berada.html

Rabu, 10 Desember 2014

Asal Usul DIY Sebagai Ibukota Negara



            Pada Tahun 1946, Yogyakarta pernah menjadi ibukota dari pemerintahan Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda kembali mempersiapkan serangan ke Indonesia, dengan membonceng tentara sekutu, Belanda mendarat di Banten dan melancarkan serangan ke Jakarta. Sehingga pada awal tahun 1946 Presiden Sukarno mengirimkan telegram kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk menanyakan apakah Yogyakarta sanggup menerima pemerintahan RI, karena situasi di Jakarta sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan pemerintahan akibat serangan Belanda. Telegram ini segera disanggupi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, sehingga pada tanggal 4 Januari 1946, Yogyakarta resmi menjadi ibukota pemerintahan Indonesia.
            Pemindahan ibukota RI ke Yogyakarta pun bukanlah tanpa alasan. Menurut alasan Wakil Menteri Penerangan Ali Sastroamijoyo yang disampaikan di Radio Republik Indonesia, terdapat dua alasan mengapa pemindahan ibukota dilakukan di Yogyakarta, yaitu yang pertama adalah alasan tidak amannya keadaan Jakarta dan yang kedua adalah untuk menyempurnakan organisasi pemerintahan RI. Berikut adalah cuplikan kalimat dari pidato beliau :
“Akan tetapi sebetulnya lebih pentinglah alasan yang tersebut kedua tadi untuk memindahkan buat senentara kedudukan Pemerintahan Agung. Alasan itu pada hakikatnya mengenai bagian yang terpenting daripada perjuangan kita, bahkan dari revolusi rakyat Indonesia apda masa ini. Sebab Pemerintah Agung mulai sekarang dari kedudukannya yang baru, ialah kota Mataram akan dapat melangsungkan dengan lebih tepat dan cepat segala pimpinan dan usaha untuk menyempurnakan organisasi pemerintah di daerah-daerah….”
            Jadi, Yogyakarta dipilih menjadi ibukota RI karena alasan untuk mempercepat proses penyempurnaan organisasi negara. Hal itu jelas menunjukkan bahwa Yogyakarta dinilai mampu memberi legitimasi dan kontribusi bagi pengembangan Pemerintah RI. Para pemimpin Pusat melihat bahwa kondisi pemerintahan dan kepemimpinan di Yogykarta sangat kuat karena merupakan kerajaan di bawah dwitunggal yang kuat pula.
            Pemindahan ibukota dari Jakarta ke Yogyakarta jelas menunjukkan keyakinan Pemerintah Pusat akan komitmen Yogyakarta kepada Indonesia. Dalam hal ini Indonesia bergantung harap kepada Yogyakarta. Yogyakarta menjadi Ibukota RI hingga 27 Desember 1949.
Dalam pemindahan Pemerintah Republik ke Indonesia, sambutan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sangatlah baik. Beliau bahkan memberikan bantuan baik secara moral maupun finansial. Bahkan properti pribadi Kraton diberikan untuk dijadikan sebagai istana negara di Yogyakarta dan dalam proses pembangunan selanjutnya beliau bahkan memberikan bantuan keuangan senilai 2 juta gulden dari harta bendanya sendiri, tanpa memintanya kembali.
http://keistimewaanyogyakarta.wordpress.com/2012/09/15/yogyakarta-ibukota-indonesia/

Berfilsafat Yuk..

dibawah ini adalah kumpulan pertanyaan serta hasil diskusi di dalam kelas.
1. apa yang disebut dengan kebenaran?
kebenaran adalah segala hal tentang penyesuaian antara pengetahuan dan objek. ada berbagai pengertian seputar kebenaran yang bisa ditinjau dari berbagai sudut. dalam sudut pemikiran individu, kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan realitas yang ada. dalam sudut sosial, kebenaran terkadang diartikan sebagai sesuatu yang disepakati oleh mayoritas.  dalam bidang matematika, kebenaran harus dibuktikan melalui hipotesis, postulat, kemudian lanjut ke theorema, barulah menjadi suatu kebenaran apabila sesuai antara hipotesis dan hasil yang didapat. sedangkan dalam hal kebenaran yang hakiki, kebenaran yang paling mutlak adalah kebenaran yang berasal dari tuhan melalui ajaran agama. CMIIW
2. apa itu kesalahan?
kesalahan adalah kebenaran yang disalahartikan. saya prefer kepada istilah keliru daripada salah. karena dalam konteks belajar, tidak ada yang dinamakan dengan salah, yang ada hanyalah keliru. namun disaat seseorang melakukan kesalahan atau kekeliruan , kita tidak bisa langsung menghakiminya karena dari proses salah atau keliru tersebut lah seorag individu akan belajar. belajar melalui pengalaman. karena pengalaman lah guru yang sebenarnya. namun dalam konteks matematika yang dikatakan salah adalah apabila hipotesa atau sesuatu yang ingin dibuktikan berbeda dengan hasil pembuktian. maka itu dikatakan salah. buku sejatinya adalah alat untuk berpikir. dari buku kita bisa mengetahui mana yang salah dan benar. maka dari itu perbanyaklah membaca buku agar tahu tentang kebenaran dan bisa menghindari kekeliruan.  CMIIW
3. bagaimana cara manusia menganggap bahwa dirinya 'ada' ?
manusia menganggap dirinya ada dengan cara berpikir. saya berpikir, maka saya ada.

Jumat, 05 Desember 2014

Revisi Aliran Realisme

Berfilsafat Melalui Kebenaran antara Agama dan Matematika


          Definisi filsafat, realisme, dan matematika
            Filsafat artinya alam berpikir. Berfilsafat berarti berpikir. Namun, tidak semua berpikir berarti berfilsafat. Berfilsafat disini adalah berpikir secara mendalam terhadap sesuatu. Filsafat adalah ilmu pokok atau pangkal ilmu dari segala ilmu pengetahuan. Bahasan filsafat menuju pada pencarian kebenaran/hakekat. Sejak zaman Aristoteles hingga dewasa ini lapangan-lapangan yang paling utama dalam filsafat selalu berputar di sekitar logika, metafisika, dan etika. Dengan memperhatikan sejarah serta perkembangannya, filsafat mempunyai beberapa cabang yaitu: (1) Metafisika: filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika, hakikat yang bersifat transenden dan berada di luar jangkauan pengalaman manusia; (2) Logika: filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah; (3) Etika: filsafat tentang perilaku yang baik dan yang buruk; (4) Estetika: filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek; (5) Epistomologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan; (6) Filsafat-filsafat khusus lainnya: filsafat agama, filsafat manusia, filsafat hukum, filsafat sejarah, filsafat alam, filsafat pendidikan, dan sebagainya.
            Real berarti yang aktual atau yang ada. Kata tersebut merujuk kepada benda-benda atau kejadian. Dalam arti yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa objek indera kita adalah real. Benda ada itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada  hubungannya dengan pikiran kita. Real bukan merujuk pada suatu khayalan namun lebih kepada sesuatu yang nyata.
            Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika sering disebut sebagai ratunya ilmu atau ilmu pasti. Jika filsafat adalah pangkal dari segala ilmu pengetahuan, maka matematika adalah produk dari filsafat. Di dalam matematika banyak sekali hal-hal yang bisa kita kaji melalui filsafat. Matematika sangatlah memperhatikan semesta. Semua bidang pengetahuan science misalnya sudah pasti akan menggunakan matematika di dalamnya. Untuk sebagian orang awam yang tidak mengerti filsafat pasti tidak pernah menghiraukan misal darimana itu simbol angka “2” atau simbol-sibol yang lainnya. Bila kita berpikir secara filsafat, pasti akan timbul suatu pertanyaan dalam benak kita, mengapa angka dua disimbolkan dengan simbol “2”, mengapa tidak menggunakan simbol lainnya?. Itu salah satu hal yang bisa dikaji dengan filsafat.   
Makna kebenaran
Realisme erat kaitannya dengan sesuatu yang fakta atau yang ada buktinya, bukan kepada sesuatu yang hanya kita inginkan atau kita harapkan.  Apa yang kita yakini ada, biasanya tergantung pada persepsi pertama yang kita yakini. Realisme menyatu dengan kebenaran. Apa itu benar? Mengapa sesuatu bisa dianggap benar? Yang benar sudah pasti bukan yang salah. Untuk membuktikan suatu kebenaran kita terbiasa menggunakan rasio dan juga menggunakan pengalaman. Kata kebenaran sendiri memiliki arti yang berbeda-beda di setiap individu. Sesuatu yang dianggap benar apabila mendapatkan persetujuan benaar dari pihak mayoritas. Dan sesuatu dianggap salah apabila sebaliknya. Sebagai contoh di Indonesia, sesuatu yang dianggap benar adalah sesuatu yang mayoritas. Mayoritas dalam hal ini adalah umat islam di Indonesia. Yang dikatakan benar di Indonesia adalah yang sesuai dengan norma atau hukum islam. Padahal terkadang masyarakat lupa bahwa Indonesia bukan hanya terdiri dari umat muslim.
Kebenaran menurut agama dan matematika
Kebenaran menurut matematika, mungkin akan berbeda dengan kebenaran menurut islam. Hal ini dikarenakan matematika adalah ilmu pasti yang membutuhkan pembuktian dan kesepakatan sedangkan islam meyakini segala sesuatu yang datangnya dari Allah SWT adalah kebenaran. Segala sesuatu yang disuruh, dianjurkan, dan dikatakan didalam Al-quran adalah kebenaran. Ilmuan yang mendalami matematika cenderung berpikir sesuatu secara ilmiah logis, dan realistis berbeda dengan orang-orang yang mendalami spritual yang cenderung mempercayai bahwa segala sesuatu didunia ini tidak lepas dari pengaruh ghaib, mistis, dan bahkan susah dinalar manusia awam. Seperti adanya tuhan, sebagian umat beragama pasti meyakini adanya tuhan dan meyakini kebenarannya walaupun mereka belum pernah melihat tuhan secara langsung. Hal inilah yang tidak bisa ditafsirkan secara ilmiah tetapi harus secara rohaniah. Namun, ada juga minoritas masyarakat yang tidak mempercayai adanya tuhan karena mereka menafsirkan adanya tuhan dengan logika yang sebenarnya logika tidak dapat dikaitkan dengan tuhan. Kenyataan ini yang mewarnai kehidupan sosial masyarakat kita. Itu sudah menjadi hak mereka untuk meyakini apa yang ingin mereka yakini ataupun sebaliknya.
Kebenaran telah dinyatakan dalam kitab suci Al-Qur’an yang berbunyi: “kebenaran itu adalah dari tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”(QS Al-Baqarah:147). Ini berarti untuk umat islam kebenaran adalah segala sesuatu yang datangnya dari Allah SWT. Kebenaran tidak hanya didasari oleh rasio atau pengalaman individu karena berdasarkan pengalaman individu tersebut bisa jadi terdapat hal yang bukan kebenaran. Maka dari itu manusia selalu mencari jalan kebenaran dengan cara mereka masing-masing. Untuk umat beragama, sudah pasti mereka akan berpatokan pada kebenaran yang melalui tuhannya. Namun sebaliknya, logika bisa jadi salah satu sumber kebenaran mereka. Seperti contoh 1+2=3, hasil penjumlahan ini benar adanya karena bisa didapat dengan mengaitkan hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian kebenaran dalam bidang agama sangat bertolak belakang dengan pengertian kebenaran melalui matematika dimana sesuatu yang dianggap benar adalah sesuatu yang yang sejalan dengan hipotesa-hipotesa atau teori-teori yang membentuknya. (Rand:1982) menyatakan bahwa ada dua teori tentang kebenaran dalam matematika, yaitu teori korespodensi dan teori koherensi. Kebenaran adalah pengakuan realitas. Teori kebenaran korespodensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespodensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada dia alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Sedangkan teori koherensi berpandangan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar apabila terdapat kesesuaian antara pernyataan satu dengan pernyataan yang lainnya dalam satu sistem pengetahuan yang dianggap benar.
Dari pernyataan diatas, bisa terlihat perbedaan mencolok antara pengertian kebenaran dalam matematika dan agama. Namun, dalam sejarahnya ilmu matematika dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena banyak hal mengenai angka, perhitungan dan lainnya yang terdapat didalam Al-quran. Peranan matematika dalam kehidupan pernah dilontarkan para ahli matematika seperti phitagoras, 10 abad sebelum kelahiran nabi SAW, phitagoras mengatakan angka-angka telah mengatur segalanya. Galileo juga mengatakan bahwa matematika adalah bahasa tuhan dalam menulis alam semesta. Sebagai contoh dalam matematika ada bahasan tentang Relasi yang menyatakan hubungan antara x dan y dimana x sebagai daerah asal dan y sebagai daerah hasil. Bila x={1,2,3} dan y={a.b,c} maka x bisa dihubungkan ke a atau b atau c. Hal ini sama dengan bahasan didalam Al-Quran dimana dikatakan Allah menciptakan manusia secara berpasangan agar saling mengenal satu sama lain.  
Kebenaran pada matematika perlu dibuktikan melalui eksperimen, pembuktian, dan berdasarkan pengalaman yang membutuhkan persetujuan dan berlaku bagi siapa saja. Namun, kebenaran dalam agama adalah hal pasti yang perlu adanya persiapan untuk memahaminya. Dengan mempelajari matematika, secara tidak langsung kita juga sudah belajar ilmu agama karena didalam Al-quran banyak kajian mengenai matematika, science, dan semua komponen didalam semsesta. Walaupun matematika dan agama mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam menafsirkan kebenaran, tetapi keduanya adalah benar adanya karena mereka mempunyai bahasa mereka sendiri untuk penjelasannya. Keduanya pun selaras menopang kehidupan semesta demi kelangsungan hidup manusia.