Selasa, 27 Januari 2015

Berubahlah Jika ingin Dianggap

Ada seorang guru yang dianggap pintar dan bijaksana. Ia mampu dalam segala hal, bahkan petunjuk untuk sukses dalam usaha, sembuh dari penyakit dll. semuanya ia bisa dan mampu. Reputasinya sudah nasional. Banyak orang datang meminta nasihat dan petujuk.

Ada seorang bapak yang rajin mengujungi sang guru bijak ini. setiap tahun ia dating. Suatu kesempatan, ia dating dengan pertanyaan yang juga biasa ia ajukan: Apakah Allah ada? Ia berpijir, pasti jawaban akan yang sama diberikan. Karena tidak mungkin ia memberikan jawaban lain, demkian ia berpikir.

Tetapi, setiap kali pertanyaan diajukan, jawaban yang didapatpun berbeda-beda. Kadang-kadang Ya, kadang juga tidak. Kadang ia tidak menjawab. Sang Bapa ini menjadi bingun dibuat sang guru. Mana jawaban yang benar?, demikian katannya dalam hati. Karena mendapat jawaban yang berbeda-beda, ia berkata: apaan ini? Anda terus memberika jawaban yang selalu berbeda setiap kali ditanyakan.




Sang guru menjawab tenang. Anda dating pertma kali dan bertanya, aku menjawab. Tetapi, jawabanku bukanlah hal yang penting dan yang utama. Tapi selanjutnya, anda yang berubah, maka jawabanku juga berubah. Tidak bisa jawaban yang yang sama diberikan kepad aorang yang sudah berubah. Waktu telah mengubahmu dan anda sudah mengalami perubahan itu dalam waktu, karena anda serius dengan pertanyaanmu itu, maka andalah yang sudah berubah, bukan jawabanku. Dan saya bukan KS yang selalu memberikan jawaban yang sama sepada setia porang.

Mary Engelberth katakan: “Jika anda tidak suka akan sesuatu atau seseorang, ubahlah itu, tapi jika anda tidak bisa mengubahnya, maka anda lah yang harus mengubah cara piker dan cara pandang anda terhadap sesuatu atau seseorang itu”. Sedangkan Mahatma Gandhi katakan: “Jadilah pribadi pengubah dan pengubah diri, jika anda mau dilihat dan dianggap oleh dunia”.

Perubahan yang sejati selalu mulai dari diri sendiri, sedangkan yang lainnya akan ikut. Pikiran manusia memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menciptakan atau mengubah. Kita alami sendiri bagaimana diri kita berubah, kadang tergantung situasi. Padahal, perubahan yang benar dan sejati terjadi hanya jika sikap mental dan cara perbikir berubah.

Semua orang rindu dan mau ada perubahan dalam segala hal dan setiap lini kehidupan bersama. Bahkan ada yang berusaha untuk mengubah dunia dan lingkungan sekitar. Pempimpin mengubah staffnya. Orang tua mengubah anak-anaknya. Guru mengubah muridnya. Polisi mau mengubah para pengguna jalan, dll. Tapi tak ada seorangpun yang mau dan rindu mengubah dirinya sendiri atau mengubah cara hidup sendiri. Mari kita belajar seni mengubah diri dan cara hidup, maka segala yang lainnya akan mengikuti perubahan diri kita. Pertanyaannya adalah, apakah anda bersedia mengubah dirimu sendiri, cara pandang dan cara hidup lama untuk bisa menggapai hidup yang penuh makna dan berarti bagi orang lain? Bekat Tuhan.


http://m.kompasiana.com/post/read/535394/1/berubahlah-jika-ingin-dianggap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar